Batam – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Batam resmi melantik kepengurusan baru periode 2026–2027 dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Golden Prawn 933, Bengkong, Minggu (26/4/2026). Pelantikan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kaderisasi sekaligus meneguhkan komitmen HMI dalam melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang berintegritas dan berdaya saing.
Pada kesempatan tersebut, Andri Saputra resmi dilantik sebagai Ketua Umum HMI Cabang Batam, sementara Amelia Savitri dikukuhkan sebagai Ketua Umum Korps HMI-Wati (KOHATI) Cabang Batam. Prosesi pelantikan dipimpin oleh Kabid PAO Pengurus Besar HMI, Sukrin, serta dihadiri unsur pemerintah, alumni HMI, organisasi kemahasiswaan, dan kader HMI-KOHATI se-Kota Batam.
Turut hadir Ketua Umum Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kota Batam, Dr. H. Amsakar Achmad, S.Sos., M.Si., yang juga menjabat sebagai Wali Kota Batam dan Kepala BP Batam. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan nyata keluarga besar KAHMI terhadap keberlanjutan proses kaderisasi HMI sebagai sumber lahirnya pemimpin bangsa.
Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa HMI memiliki posisi strategis sebagai organisasi kader yang tidak hanya membentuk kemampuan intelektual, tetapi juga menempa karakter, integritas, serta kepemimpinan generasi muda.
"HMI adalah kawah candradimuka untuk membentuk insan muda yang memiliki kecakapan intelektual, kemampuan analisis yang tajam, serta ketepatan dalam mengambil keputusan," ujar Amsakar.
Menurutnya, kemampuan akademik harus berjalan beriringan dengan integritas moral dan kepedulian sosial. Seorang kader HMI dituntut tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa pelantikan pengurus merupakan awal dari amanah dan pengabdian yang lebih besar.
"Pelantikan ini bukan titik akhir, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Yang utama adalah memahami jati diri organisasi sebagai arah perjuangan," tegasnya.
Amsakar juga mengajak seluruh kader HMI dan KOHATI untuk terus menjaga nilai-nilai dasar perjuangan organisasi, memperkuat tradisi intelektual, serta meningkatkan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan bangsa.
Ia menekankan bahwa predikat sebagai mahasiswa mengandung tanggung jawab besar sebagai agen perubahan.
"Predikat 'maha' harus dimaknai dengan kesungguhan untuk menjadi pribadi yang unggul, berpikir kritis, dan berintegritas," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Batam periode 2026–2027, Andri Saputra, menyampaikan bahwa kepengurusan yang baru akan menjadikan HMI sebagai organisasi yang semakin produktif dalam melahirkan gagasan dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Batam.
Mengusung tema "Menguatkan Sinergi HMI Cabang Batam dalam Amanah Pengabdian Menyongsong Batam Unggul dan Berdaya Saing", Andri menegaskan bahwa HMI siap menjadi mitra strategis pemerintah melalui pemikiran yang kritis, konstruktif, dan solutif.
"HMI tidak hanya hadir untuk memberikan kritik, tetapi juga membawa gagasan, energi, serta kolaborasi nyata bagi kemajuan Batam," ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh organisasi mahasiswa, termasuk elemen Cipayung Plus dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di berbagai perguruan tinggi di Batam, untuk kembali menghidupkan tradisi intelektual dan memperkuat peran mahasiswa dalam pembangunan daerah.
Bagi keluarga besar MD KAHMI Kota Batam, pelantikan kepengurusan HMI Cabang Batam merupakan bagian penting dari kesinambungan proses perkaderan yang selama ini menjadi kekuatan utama HMI. KAHMI meyakini bahwa keberhasilan organisasi alumni tidak dapat dipisahkan dari lahirnya kader-kader HMI yang berkualitas, berintegritas, serta memiliki komitmen kebangsaan dan keumatan.
Melalui kepengurusan baru ini, diharapkan sinergi antara HMI dan KAHMI semakin kokoh dalam menghadirkan gagasan, pengabdian, serta kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, dan Indonesia.


